Loa Kulu Terus Lakukan Intervensi Pencegahan Stunting

img

(Camat Loa Kulu, Ardiansyah/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR :Dalam upaya penanganan masalah stunting, Kecamatan Loa Kulu di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggalakkan program peningkatan gizi bagi anak-anak.

Camat Loa Kulu, Ardiansyah, menyatakan bahwa program ini telah memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di wilayahnya. Melalui kolaborasi berbagai pihak, program ini dirancang untuk mengatasi tantangan gizi buruk yang kerap terjadi di masyarakat pedesaan.

Ardiansyah menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah penimbangan serentak anak-anak di seluruh desa pada Juni 2024 lalu.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memantau status gizi anak-anak secara menyeluruh, sekaligus sebagai langkah awal dalam menentukan intervensi yang diperlukan. Setelah penimbangan, kami melanjutkan program dengan pemberian makanan tambahan (PMT) setiap hari.” jelas Adriansyah saat ditemui Poskotakaltimnews Minggu (17/11/2024).

Dalam hal ini ia mengatakan, pihak kecamatan Loa Kulu melibatkan pemerintah desa, mulai dari ibu-ibu PKK, dan tim medis dari Puskesmas untuk memastikan distribusi makanan tambahan (PMT) berjalan lancar dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ardiansyah menyebutkan bahwa ibu-ibu PKK di setiap desa memainkan peran penting dalam menyiapkan dan membagikan makanan tambahan yang kaya nutrisi. Sementara itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Loa Kulu terlibat dalam memantau perkembangan anak-anak dan memberikan edukasi tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang.

“Alhamdulillah, di beberapa desa yang melaksanakan program ini, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam status gizi anak-anak. Kami sangat bangga dengan hasil yang telah dicapai,” ujarnya.

Dirinya juga mengakui bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), pemerintah desa (pemdes), PKK, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan (nakes).

Sehingga menurutnya kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa, memastikan setiap anak yang membutuhkan mendapat perhatian dan intervensi yang tepat.

Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif lebih besar yang digagas Pemkab Kukar untuk mengurangi angka stunting di wilayahnya.

“Melalui Program Makanan Bergizi (PMB) yang akan terus diperluas, diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak-anak dan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.” harapnya.

Ia juga menambahkan pihaknya optimis bahwa inisiatif ini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Loa Kulu.

“Peningkatan gizi anak-anak di wilayah ini tidak hanya membantu mereka tumbuh dengan sehat, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif dan fisik yang optimal. Program ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan siap menghadapi masa depan.” tutupnya. (adv/tan)